Meskipun Undang-Undang Pengendalian Produk Rokok untuk Kesehatan Masyarakat 2024 baru akan diberlakukan sepenuhnya pada 1 Oktober 2025, peningkatan penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan pelajar tetap saja terjadi di Malaysia. Regulasi ini diharapkan dapat mengurangi aktivitas merokok yang tidak sehat, terutama di kalangan remaja, dan membentuk generasi bebas asap rokok. Namun, muncul kekhawatiran tentang efektivitasnya mengingat tren yang terus meningkat di kalangan pelajar.
Faktor yang Menyebabkan Peningkatan
Salah satu faktor utama di balik peningkatan ini adalah ketersediaan produk vape yang semakin mudah diakses, baik secara online maupun offline. Berbagai produk vape dengan desain menarik dan rasa beragam membuat rokok elektronik ini populer di kalangan remaja. Selain itu, persepsi bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional menjadi alasan lain mengapa banyak pelajar beralih ke vape meskipun risiko kesehatan yang ditimbulkannya masih signifikan.
Aspek Sosial dan Tekanan Teman Sebaya
Aspek sosial juga berperan penting dalam meningkatnya penggunaan vape di kalangan pelajar. Di usia remaja, pengaruh dari teman sebaya sangat kuat. Ketika lingkungan sekitar terutama teman-teman mereka menggunakan vape, dorongan untuk ikut-ikutan sering kali sulit dicegah. Hal ini diperkuat lagi oleh pengaruh media sosial yang sering menampilkan penggunaan vape sebagai aktivitas yang keren dan modern.
Tantangan dalam Penegakan Regulasi
Pemerintah Malaysia menghadapi tantangan besar dalam menegakkan regulasi baru ini. Meskipun sudah ada aturan yang melarang penjualan produk vape kepada anak di bawah umur, banyak kasus di mana penjual dan pengguna muda berhasil mengakali regulasi tersebut. Penegakan hukum yang tidak konsekuen dan kurangnya pengawasan merupakan beberapa kendala yang harus diatasi untuk membuat regulasi ini efektif.
Dampak Jangka Panjang Penggunaan Vape
Meskipun vape dipandang lebih aman, dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan belum sepenuhnya dipahami. Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa inhalasi bahan kimia dari vape bisa menimbulkan dampak kesehatan serius. Dalam jangka panjang, pengguna dapat mengalami masalah paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, edukasi tentang bahaya penggunaan vape harus diprioritaskan dalam upaya menanggulangi masalah ini.
Pentingnya Edukasi dan Kesadaran
Edukasi menjadi kunci penting dalam mengatasi masalah peningkatan penggunaan vape ini. Pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah harus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya vape. Seminar, lokakarya, dan kampanye kesadaran di media sosial dapat menjadi langkah efektif untuk meredam peningkatan ini. Dengan informasi yang tepat, diharapkan para pelajar dapat membuat keputusan lebih bijak terkait penggunaan vape.
Kesimpulannya, meskipun ada langkah konkret dari pemerintah untuk menekan peningkatan penggunaan vape, pendekatan yang lebih holistik dan sistematis diperlukan. Undang-Undang Pengendalian Produk Rokok untuk Kesehatan Masyarakat 2024 harus didukung dengan upaya edukasi yang intensif dan penegakan regulasi yang ketat. Selain itu, peran aktif dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan sangat menentukan keberhasilan menuju generasi bebas asap rokok di masa depan.

